"Bunga putih " @ 00:19
Saturday, 15 February 2014

Kamu dan bunga putih mu memenuhi pagiku
Siangku malamku
Dan berhari hingga bunga putih itu layu termakan usia
Memang cinta kita adalah aluran garis keras ..
Tumpahan asin air mata dan darah siluman yg mengucur tak tertahankan kala rindu tak sampai itu ada di benak.
Haruskah aku kembali ke alur asal dimana aku harus kembali menunggu kamu yg tak kunjung datang temani wujudku ?
Masihkah?
Masih, kamu tidak pernah akan hilang dari sanubari
Seberapa tajam bubuk amnesia kutorehkan dalam benak ini
Selalu ada kamu dan semua tentang kamu
Kasih tak sampai ..
Belahan diriku yang tak pernah sampai seberapa panjang tangan ini kujulurkan
Tidakkah cukup rasa dan kesetiaan ini untuk membuatmu beranjak untuk membawaku?
Aku letih sayang,
Biarlah aku berhenti mengejarmu
Datanglah kepadaku disaat kamu siap
Disaat dimana aku takmau terpisahkan
Walau maut menjelang..
Happy valentine from a distance my dear one
1 comments
"Sampah" @ 01:08
Thursday, 6 February 2014
Kau bidik pisau itu ke arahku
Menukik, Menghujam dalam kecepatan tinggi
Lalu, tubuh ini berbaring mendatar sejajar dengan marmer dingin
Kenapa tak biarkan saja saya terbaring?
Tenggelam mati dalam biluran darah sendiri?
Kau obati luka menganga
Luka yang kini sudah menjadi koreng
Yang kemudian kau tancapkan kembali duri beracun hanya karena kamu bisa
tinggalkan aku lagi sampai di titik hela nafas penghabisan
Lalu datang tergopoh berikan suntik penawar
Sudah
Biarkanlah hancur perlahan
Toh aku hanya seonggok massa yang mudah tergantikan
0 comments