"a lovely hoax" @ 01:02
Friday, 30 November 2012
Stumble upon a web hoax of a poem by Habibie dedicated to his beloved wife who went passed not too long ago .. one of a few things that'd made you sigh heavily at the end..
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu,
bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan
kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi
nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong,
hilang isi.
Kau tahu
sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada
kesetiaan yang telah kau ukir, pada
kenangan pahit manis selama kau ada.
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari,
bahwa
kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah
mendua,
tapi kau ajarkan aku
kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti
cinta,
sehingga aku mampu
mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan
sayang,
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....
B.J. Habibie
*sigh....
0 comments